Tampilkan postingan dengan label zona jurnalistik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zona jurnalistik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Februari 2012

PELIPUTAN


Dalam meliput sebuah berita yang dipentingkan adalah kita bisa menemukan sesuatu yang menarik. Untuk mencari  sesuatu yang menarik memanglah sulit. Kadangkala kita sendirilah yang harus meramunya sendiri, misalnya mempertanyakan sesuatu hal  contoh kalau kita amati tentang upacara bendera tidaklah terlalu menarik, tapi kalau kita bisa menyampaikan beritanya dengan baik bisa saja berita itu menjadi  berita yang menarik. Pokonya kita sendiri yang mengeluarkan ide-ide tertentu bagaimana caranya agar berita itu bisa menarik perhatian.
Adapula yang mengatakan bahwa dalam meliput atau mencari sebuah berita itu sangatlah sulit, tapi hal itu memang sering kita temukan pada wartawan-wartawan baru atau junior, tapi bagi wartawan-wartawan senior biasanya mereka sudah memiliki hubungan yang luas dengan subjek pemberitaanya. Jadi semisalnya ada kejadian tertentu contohnya kecelakaan lalu lintas, atau terjadi kebakaran disuatu daerah, biasanya para wartawan itu dihubungi oleh pihak-pihak terkait bahwa di daerah itu ada sebuah kejadian tertentu atau wartawan itu sendirilah yang langsung menghubungi pihak-pihak tersebut, selain itu perlu diketahui pula bahwa wartawan itu biasanya memiliki narasumber selundupan. Narasumber selundupan ini biasanya bekerja untuk membocorkan sesuatu hal yang mungkin dianggap penting oleh pihak-pihak tertentu.
Perlu diketahui pula bahwa jika kita sering meliput di suatu daerah tertentu, dan kita akrab dengan orang-orang di sana termasuk para pejabatnya, kita juga perlu hati-hati atau juga perlu jaga jarak guna sewaktu-waktu mungkin saja orang-orang disana ada masalah jadi kita tidak segan jadinya untuk memberitakannya. Selain itu, berita yang menarik untuk dimuat adalah berita yang dapat mempengaruhi kehidupan orang banyak contoh naiknya BBM, karena kalau BBM naik dapat mempengaruhi kehidupan orang banyak dan bahkan bisa menjadi head line pada media tertentu.
Sebenarnya kata pak Ole kalau kita amati berita itu ada dua macam yaitu Straigh News dan Feature. Kalau Straight News adalah berita langsung misalnya adalah kecelakaan lalu lintas dan cara penulisannya pun juga tidak boleh berbunga-bunga dan harus jelas. Sedangakan Feature adalah berita tunda tapi tetap menarik misalnya, adalah tentang humaniora atau berita tentang kemanusiaan. Untuk strategi meliput sebuah berita tentunya kita harus memahami terlebih dahulu teori-teori tentang jurnalistik baru setelah itu kita bisa menerapkannya dilapangan. Untuk para pemula biasanya kalau mau mewawancarai seseorang yang menjadi subjek liputannya ia terlebih dahulu harus mempersiapkan beberapa pertanyaan yang harus ia tanyakan nanti pada saat wawancara. Berbeda halnya ketika mereka meliput kejadian langsung atau Straight News, mereka harus sebisa mungkin merangkai pertanyaan demi pertanyaan tentang kejadian itu, lalu mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang kejadian itu. Perlu diketahui juga bahwa berita itu dikatakan menarik jika berita itu menyangkut hubungan orang banyak, misalnya ada unsur pertentangan, ada konflik , kejadian-kejadian  itu sangatlah menarik untuk diberitakan.
Selain itu, unsur lainnya adalah menyangkut tentang jumlah yang fantastik misalnya kecelakaan maut yang menewaskan banyak orang, demo massal yang dilakukan oleh beberapa desa, dan unsur lainnya yang dapat menarik minat pembaca maupun pemirsa adalah penderitaan orang banyak, bencana yang terjadi di suatu tempat, masalah sex misalnya perseligkuhan dan fublik figure.
Dalam sebuah media terdapat pemimpin redaksi, redaktur pelaksana, redaktur, redaksi dan reporter, kalau kita bekerja menjadi seorang wartawan kita harus siap bekerja dibawah tekanan misalnya saja berita yang kita liput sudah sangat ditunggu-tungu tapi ternyata orang yang kita wawancarai tidak mau bicara jadi kita juga perlu menggunakan strategi yang lain bagaimana caranya supaya narasumber itu mau bicara mungkin saja kita menggunakan pertanyaan-pertanyaan menjebak. Tambahan dari pak Ole menyatakan bahwa untuk meliput daerah konflik kita harus cermat memperhatikan situasi, yang dipentingkan disini adaalah pengamatan yang optimal, untuk meliput di daerah konflik itu ada teori tersendiri dan jangan pula kita berada di tengah-tengah orang yang sedang bertikai diusahakan untuk berada di belakang pihak keamanan.
Menggunakan kamera juga ada aturannya, kalau liputan investigasi kita harus sudah merencanakan sematang-matangnya tentang apa saja yang akan kita liput. Biasanya liputan investigasi itu memerlukan waktu yang lama, dan juga harus mencari keterangan ataupun narasumber yang banyak. Untuk berita humaniora kuncinya ada pada tulisan, biasanya dalam menulis humaniora menggunakan kata-kata yang mengandung gaya bahasa, seperti bisa menggunakan metafora dan lain sebagainya, sedangkan untuk Straight News itu menggunakan kalimat-kalimat aktif dan tidak ada kalimat-kalimat majemuk. Pokoknya menggunakan SPOK, kalimat demi kalimat itu disatukan lalu disimpulkan begitu seterusnya.

Senin, 27 Februari 2012

Membaca Sebab di Balik Kerusuhan LP Kerobokan

  Bali Selasa tengah malam ribuan napi mengamuk di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan, Bali. Napi berteriak menuntut keadilan dari Kepala LP. Apa penyebab sebenarnya yang terjadi di balik kerusuhan yang akhirnya menyebabkankerugian Rp 1,2 miliar itu?

Menurut Mantan Ketua Balai Pertimbangan Pemasyarakatan, Adrianus Meliala, kehidupan over kapasitas di penjara menjadi pemicu awal terjadinya kerusuhan. Dengan terbatasnya ruang gerak karena padatnya kapasitas penghuni yang tidak sebanding dengan daya tampung, napi kemudian membentuk 'surga' sendiri di dalam Lapas.

"Kebebasan fisik mereka berkurang, sehingga mereka memberontak dan membuat surga mereka sendiri agar mencari kenyamanan di dalam lapas. Yang penting mereka tidak keluar penjara," kata Adrianus saat berbincang dengan detikcom, Minggu (26/2/2012) malam.

Pola yang dibentuk dalam mencari kenyamanan di balik jeruji besi adalah dengan berbagai cara. Salah satunya adalah main mata dengan petugas.

"Ada budaya manajemen di dalam lapas," papar kriminolog Universitas Indonesia (UI) ini.

Manajemen yang dimaksudnya itu adalah baik antara napi ataupun petugas lapas mengetahui peran mereka masing-masing. Mereka menutup mata bila diketahui beberapa napi berlaku di luar ketentuan lapas.

"Semua orang di lapas tahu sama tahu, antara petugas dan napi. Bila ada napi yang berbuat di luar ketentuan mereka tutup mata saja. Inilah yang menjadikan surga di lapas berjalan langgeng," jelas Adrianus.

Selain over kapasitas, kurangnya sumber daya manusia (sdm) juga turut menyumbang perilaku napi yang bersikap di luar peraturan yang berlaku. Sehingga, ketika ada napi lain yang memberontak karena dinilai tidak adil petugas tidak mampu melawan arus pemberontakan tersebut.

"Mereka tidak punya daya kalau ada penghuni lapas yang berontak. Senjata sedikit, SDM sedikit," kata Adrianus.

Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Amir Syamsuddin rupanya membenarkan bila sikap main mata antara napi dan petugas penjara masih terjadi. Hal itu disampaikan Amir dalam pidato saat membuka Rapat Kerja Pemasyarakatan 2012 di kantor Ditjen PAS Kemenkum HAM, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (21/2) pekan lalu.

Amir Syamsuddin menilai implementasi Inpres 9/2011 tentang Rencana Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi pada Ditjen Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkum HAM masih mendapat rapor merah. Aksi pungutan liar (pungli), peredaran narkoba dan kunjungan di luar jam besuk masih ada.

"Masih mendapatkan rapot merah. Pada tataran praktis di lapangan di lapas atau rutan pun masih terdapat aktivitas yang sudah seharusnya ditinggalkan atau dihilangkan. Seperti pungutan liar, kunjungan di luar jam besuk, dan peredaran narkotika. Aktivitas ini menunjukkan bahwa kita belum sepenuhnya mampu menjadikan institusi kita menjadi institusi yang bersih," tegas Amir.

Metro Tv

Minggu, 20 November 2011

PELABUHAN BULELENG GUDANGNYA SAMPAH KIRIMAN MASYARAKAT TETAP SANTAI

Pelabuhan Buleleng  pada tahun 1950-an  merupakan dermaga terbesar di pulau Bali dan juga merupakan jantungnya perekonomian Bali. Tapi kini pelabuhan itu dipenuhi  oleh  sampah, baik sampah organik maupun sampah anorganik . Melihat fakta seperti itu masih bisakah Pelabuhan Buleleng dijadikan tempat untuk bongkar muat barang ataupun sekedar tempat rekreasi keluarga?

SUNGGUH disayangkan  pelabuhan Buleleng yang awalnya merupakan dermaga terbesar di pulau Bali dan juga merupakan  pintu masuk ke pulau Bali, kini hanya menjadi tempat penampungan sampah. Dimana-mana terdapat sampah, padahal dari pantauan di lapangan sudah disediakan tempat-tempat sampah, tapi tetap saja masyarakat      serasa tidak peduli dan  tetap membuang  sampahnya di pantai.
Nama besar yang pernah disandang Pelabuhan Buleleng memang tidak bisa dipertaruhkan dengan kualitas  yang ada. Bagaimana mungkin Pelabuhan Buleleng bisa menjadi jantungnya perekonomian Bali lagi,sedangkan  untuk mengatasi sampah saja masyarakatnya tidak becus, sungguh sangat memprihatinkan. Nengah Nane mengatakan “sampah yang ada di pantai itu merupakan sampah kiriman dari selatan dan sudah satu bulana teronggok disana “ tuturnya. Meskipun PU Singaraja sudah setiap hari membersihkan pantai, tapi tetap saja sampah tak henti-hentinya ada . Melihat banyaknya sampah yang menggunung di Pelabuhan Buleleng menyebabkan keruhnya air pantai di sepanjang pintu masuk ke Pelabuhan. Tapi meskipun banyak sampah dimana-mana tetap saja masyarakat terkesan tidak peduli alias acuh tak acuh.Bahkan beberapa dari mereka terlihat asyik memancing ikan dan berenang di kawasan itu. Padahal  air yang mereka gunakan untuk berenang sudah sangat keruh dan berbau sampah.
 Kalau tidak ada tindakan tegas dari pemerintah sudah bisa dibayangkan dampak yang akan ditimbulkan oleh sampah tersebut. Mulai dari tercemarnya air pantai bahkan sampai merusak terumbukarang yang ada di pantai. Nengah Nane menambahkan lagi,bahwa 2 bulan yang lalu air pantai di Pelabuhan Buleleng itu sempat  meluap sampai merendam beberapa rumah-rumah diseputar kawasan Surapati, dan itu sangat membuat cemas masyarakat. Selain itu juga arus transportasi di kawasan itu juga menjadi terhambat saat itu
Untuk mengatasi permasalahan sampah tersebut, peran serta masyarakat sangat diperlukan demi kebaikan semua. Dengan adanya pemantauan ataupun kontrol  yang ketat dari pihak pemerintah dan juga kesadaran yang tumbuh dari hati masyarakat, diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah yang dari tahun-ketahun tak terselesaikan dengan baik. Problematika sampah juga pernah melanda kota Banjarmasin tapi setelah ditetapkannya perda Kota Banjarmasin yang mengatur tentang jam pembuangan sampah serta terdapat sanksi jika melanggarnya, bisa pula dijadikan pelajaran penting bagi pemkab Buleleng untuk  mengadopsi perda tersebut dan menerapkannya di Buleleng.
Dalam perda tersebut dikatakan bahwa, dinas Kebersihan akan bekerjasama dengan pihak terkait untuk melakukan razia yustisi sampah apabila kedapatan masyarakat ada yang melanggar Perda tersebut, akan ditindak tegas dan berikan sanksi kepadanya. Mudah-mudahan dengan adanya solusi tersebut dapat mengatasi permasalahan sampah yang ada di pelabuhan Buleleng pada khususnya dan kabupaten Buleleng pada umumnya.

BUPATI BAGIADA : PAWAI BUDAYA DAWANG – DAWANG AJANG UNTUK MENUJU BULELENG YANG LEBIH BAIK DAN SEJAHTERAPawai Budaya “dawang-dawang” memeriahkan HUT kota Singaraja yang ke 407 kamis (7/4). Acara ini diikuti oleh 9 kecamatan di kabupaten Buleleng, dan dibuka oleh Bupati Buleleng Putu Bagiada. Kebudayaan adalah identitas dari suatu bangsa, maka sangat penting untuk dilestarikan. Sebagai wujud nyata dari pelestarian budaya. Kemarin (7/4) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Buleleng baru saja menggelar Pawai Budaya. Kegiatan ini merupakan serangkaian dari HUT kota Singaraja yang ke 407. Pawai budaya yang digelar kemarin berbeda dengan pawai budaya yang sebelumnya, yang mana pawai budaya yang sebelumnya banyak dihiasi oleh penampilan ogoh-ogoh . Tapi untuk tahun ini pawai ogoh-ogoh digantikan dengan pawai dawang-dawang. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan atau kesan monoton. Pawai dawang-dawang yang mengangkat tema Desa Kala Patra ( adaptasi dalam multikultur) ini dibuka oleh Bupati Buleleng Putu Bagiada. Dalam sambutannya Bupati mengaprisiasi besar atas terselenggaranya pawai budaya ini, ditambahkannya lagi dengan adanya pawai budaya dawang-dawang ini dapat menjadikan kabupaten buleleng lebih baik dan sejahtera. Pawai budaya dawang-dawang ini diikuti oleh 9 kecamatan di seluruh kabupaten Buleleng diantaranya kecamatan busungbiu, sawan, sukasada tejakula, kubutambahan, gerokgak, seririt, banjar, buleleng, dan ditambah dengan 2 penampilan partisipan yaitu dari IHDN dan SMA Karya Wisata. Adapun rute dari pawai ini dimulai dari jalan Ngurah Rai lalu ke Tugu Singa Ambara Raja, disana di depan panggung kehormatan para peserta akan menunjukkan kebolehannya selama 7 menit. Setelah itu para peserta pawai melintasi jalan Veteran kemudian ke jalan Gajah Mada lalu ke jalan Dr Soetomo dan mengambil finish di jalan Dewi Sartika Utara. Untuk setiap peserta diwajibkan membawa 1 buah papan nama yang bertuliskan nama kecamatan yang dibawa oleh 1 orang remaja putri berpakaian adat Bali. Sedangkan 9 orang remaja putri lainnya membawa rangkaian Gebogan Bunga dengan bahan alami sesuai dengan kreativitas daerah masing-masing 1 pasang bandrangan (tombak) oleh 2 orang remaja putra. 2 pasang umbul-umbul ukuran 6 meter dibawa oleh 4 orang remaja putra, 3 pasang kober dibawa oleh 6 orang remaja putra pakaian adat Bali. Selain itu tiap peserta juga wajib menampilkan sepasang Baris Gede dan Dawang-dawang “ lanang –istri” yang diikuti oleh prosesi deeng 10 pasang dan diiringi gambelan rareangon atau angklung. Peserta juga wajib membuat replica Singa ambara Raja yang bahannya disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing dengan ukuran minimal 2 meter, dan juga didukung dengan garapan seni Maguak-guakan. Untuk hadiah yang bisa didapatkan oleh para peserta yaitu sebagai juara 1 memperoleh Adikarya Nugraha dengan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 3.000.000,- juara 2 sebesar Rp 2.000.000,- dan juara 3 sebesar Rp 1.000.000,-. Sebagai pemenang dari pawai budaya “dawang-dawang” tahun ini juara tiga didapatkan oleh kecamatan Busungbiu, juara kedua kecamatan Sukasada, dan sebagai juara satu kecamatan Buleleng. BUPATI BAGIADA : PAWAI BUDAYA DAWANG – DAWANG AJANG UNTUK MENUJU BULELENG YANG LEBIH BAIK DAN SEJAHTERA

Kebudayaan adalah identitas dari suatu bangsa, maka sangat penting untuk dilestarikan. Sebagai wujud nyata dari pelestarian budaya. Kemarin (7/4)  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Buleleng baru saja menggelar Pawai Budaya. Kegiatan ini merupakan serangkaian dari HUT kota Singaraja  yang ke 407. Pawai budaya yang digelar kemarin berbeda dengan pawai budaya yang sebelumnya, yang mana pawai budaya yang sebelumnya banyak dihiasi oleh penampilan ogoh-ogoh .
Tapi untuk tahun ini pawai ogoh-ogoh digantikan  dengan pawai dawang-dawang. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan atau kesan  monoton. Pawai dawang-dawang yang mengangkat tema Desa Kala Patra ( adaptasi dalam multikultur) ini dibuka oleh Bupati Buleleng Putu Bagiada. Dalam sambutannya Bupati  mengaprisiasi besar atas terselenggaranya pawai budaya ini, ditambahkannya lagi dengan adanya  pawai budaya dawang-dawang ini dapat menjadikan kabupaten buleleng lebih baik dan sejahtera.
 Pawai budaya dawang-dawang ini diikuti oleh 9 kecamatan  di seluruh kabupaten Buleleng diantaranya kecamatan busungbiu, sawan, sukasada tejakula, kubutambahan, gerokgak, seririt, banjar, buleleng, dan ditambah dengan 2 penampilan partisipan yaitu dari IHDN dan SMA Karya Wisata. Adapun rute dari pawai ini dimulai dari jalan Ngurah Rai lalu ke Tugu Singa Ambara Raja, disana di depan panggung kehormatan  para peserta akan menunjukkan kebolehannya selama 7 menit. Setelah itu para peserta pawai melintasi  jalan Veteran kemudian ke jalan Gajah Mada lalu ke jalan Dr Soetomo dan mengambil finish di jalan Dewi Sartika Utara.
Untuk setiap peserta diwajibkan membawa 1 buah papan nama yang bertuliskan nama kecamatan yang dibawa oleh 1 orang remaja putri berpakaian adat Bali.
Sedangkan 9 orang remaja putri lainnya membawa rangkaian Gebogan Bunga dengan bahan alami sesuai dengan kreativitas daerah masing-masing 1 pasang bandrangan (tombak) oleh 2 orang remaja putra. 2 pasang umbul-umbul ukuran 6 meter dibawa oleh 4 orang remaja putra, 3 pasang kober dibawa oleh 6 orang remaja putra pakaian adat Bali.
Selain itu tiap peserta juga wajib menampilkan sepasang Baris Gede dan Dawang-dawang “ lanang –istri” yang diikuti oleh prosesi deeng 10 pasang dan diiringi gambelan rareangon atau angklung. Peserta juga wajib membuat replica Singa ambara Raja yang bahannya disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing dengan ukuran minimal 2 meter, dan juga didukung dengan garapan seni Maguak-guakan.
Untuk hadiah yang bisa didapatkan oleh para peserta yaitu sebagai juara 1 memperoleh Adikarya Nugraha dengan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 3.000.000,-  juara 2 sebesar Rp 2.000.000,- dan juara 3 sebesar Rp 1.000.000,-. Sebagai pemenang dari pawai budaya “dawang-dawang” tahun ini juara tiga didapatkan oleh kecamatan Busungbiu, juara kedua kecamatan Sukasada, dan sebagai juara satu kecamatan Buleleng.  






                                                                                                                               

Dinas Pendidikan Buleleng Targetkan 99,93% Siswa SMA Lulus UN Tahun 2011

Ujian Nasional SMA yang akan diselenggarakan pada tanggal 18 April 2011 diharapkan akan memenuhi target kelulusan 99,93%. Hal ini dikemukakan ketua penyelenggara UN SMA Kabupaten Buleleng tahun 2011 Ketut Witriani S.pd, M.pd. Rabu (14/4).

UJIAN Nasional sudah di depan mata, sudah selayaknya para siswa mulai membenahi diri dan mempersiapkan secara matang mata pelajaran yang akan diujikan pada UN tahun 2010/2011 ini. Untuk persyaratan kelulusan tahun ini mengalami perbedaan dari tahun sebelumnya. Yang mana untuk tahun ini syarat kelulusan di tentukan dari gabungan ujian nasional dan nilai sekolah dengan prosentase 60:40. Nilai sekolah berasal dari rata-rata nilai ujian sekolah (USEK) serta  rapor semester 3,4 dan,5. Kriteria kelulusan USEK diserahkan kepada sekolah masing-masing. Guru mata pelajaran yang di ujikan tidak boleh  berada di  lingkungan sekolah selama ujian berlangsung.
Selain itu UN untuk SMA/MK, SMALB, dan SMK diadakan pada 18-21 April 2011, untuk UN Susulan SMA/MK, SMALB, dan SMK diadakan pada  25-28 April 2011. Sedangkan untuk  pengumuman kelulusan paling lambat tanggal 16 Mei 2011. Untuk di kabupaten buleleng sekolah SMA yang ikut berpatisipasi dalam UN tahun 2010/2011 ini sebanyak 35 sekolah. Adapun mata pelajaran yang diujikan dalam UN SMA tahun ini untuk program IPA yaitu Bahasa Indonesia, Biologi, Matematika, Bahasa Inggris, Kimia dan Fisika.
Untuk program IPS yaitu Bahasa Indonesia, Sosiologi, Matematika, Bahasa Inggris, Geografi, dan Ekonomi. Sedangkan program Bahasa yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Sastra Indonesia, Matematika, bahasa Inggris, Sejarah Budaya Antropologi dan Sastra Asing. Tingkat kelulusan tahun ini yang ingin dicapai yaitu 99,93% kata Ketut Witrini selaku ketua penyelenggara UN tahun 2010/2011. Ditambahkannya lagi” untuk siswa SMA di kabupaten Buleleng yang ikut dalam UN tahun ini sebanyak 4171 siswa”.
Sebelum kelulusan diumumkan, sekolah mengirimkan hasil nilai sekolah untuk digabungkan dengan hasil nilai UN ke Kemdiknas. Selanjutnya, setelah digabungkan dengan formula 60 persen UN ditambah dengan 40 persen nilai sekolah, nilai tersebut dikembalikan lagi ke sekolah. Sekolah menggabungkan nilai dengan mata pelajaran lain, yang mana ada tujuh mata pelajaran lain yang harus lulus juga. Yang  menentukan kelulusan tetap satuan pendidikan, selain itu dari pihak sekolah penyelenggara juga sudah mulai membenahi diri dengan cara menambah waktu pelajaran pada mata pelajaran yang akan di ujian nasionalkan. Seperti yang terlihat di SMA N 4 Singaraja dari pihak guru dan siswa sudah sangat siap untuk mengikuti UN tahun 2010/2011. “ Kami sudah siap untuk menghadapi UN ini dengan mengadakan pemantapan-pemantapan pelajaran. Kami juga menambah jam pelajaran yang awalnya cuma 4 jam kami tambah menjadi 7 jam” katanya.
Dari pihak siswa juga sama mereka sudah  siap dengan diadakannya ujian nasional tingkat SMA yang akan diadakan pada 18 april senin depan. “Kita harus optimis 100 persen bisa lulus, meskipun perasaan was-was juga ada” ungkap Made Ngurah Glan Putra seorang siswa kelas 3 IPS  disela-sela wawancara. Sedangkan untuk paket soal yang digunakan  tahun ini sebanyak 5 paket soal yaitu paket A,B,C,D,dan paket E berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menggunakan 2 paket soal saja.